Investasi Saham dan Obligasi

Investasi yang di lakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dan tidak di maksudkan  untuk memutarkan kelebihan uang kas di kategorikan sebagai investasi jangka panjang (long term investment). Tujuan investasi jangka panjang adalah untuk melindungi ,mempermudah, mempertahankan bisnis atau hubungan perdagangan(investasi perdagangan). Investasi lain ,seperti investasi pada properti.(soemarso,S,R ,Revisi akuntansi suatu pengantar ,cetakan ke-4, 2010.)
Produk –produk investasi yang tersedia:
1.tabungan di bank
2.deposito di bank
3.saham
4.properti
5.barang-barang koleksi
7.mata uang asing
8.obligasi
Pada resumeini peresum mengambil 2 pembahasan macam investasi yaitu: investasi pada saham dan invetasi pada obligasi.
A.INVESTASI PADA SAHAM
Bila anda ingin berinvestasi dalam bentuk saham ,ada banyak saham yang bisa anda masuki. Pembelian  saham dilakukan melalui perantara(stok broker)yang di Indonesia di kenal dengan perusahaan perantara dan pedagang efek(PPPE),atau perusahaan sekuritas. (safir senduk,2008,mengelola keuangan keluarga,cetakan ke-11,Pt gramedia Jakarta.)
Investasi jangka panjang dalam saham perusahaan lain sering di sebut juga penyertaan. Di samping untuk memperoleh penghasilan tambahan pendapatan,investasi dalam saham biasanya di maksudkan untuk melakukan control terhadap perusahaan di mana investasi di lakukan .
PERUSAHAAN INDUK TIDAK DAPAT MELAKUKAN KONTROL
apa bila suatu perusahaan hanya memiliki sebagian kecil saja dari saham yang beredar dan tidak ada petunjuk-petunjuk lain bahwa control itu memang ada ,maka investasi ini dicatat dengan metode biaya atau( cost method).dua perusahaan yang mempunyai hubungan kepemilikan tetapi hubungan tersebut tidak mengakibatkan adanya kontrol dan pengaruh yang sangat brartioleh salah satu perusahaan disebut perusahaan afiliasi(affiliated companies). Perusahaan yang memiliki saham kurang dari 20% di anggap tidak memiliki pengaruh yang signifikan dan dengan demikian tidak dapat melakukan kontrol.dalam metode biaya, investasi di catat sebesar harga perolehannya .pendapatan dari perusahaan anak di akui dan di catat pada deviden telah di putuskan akan di keluarkan. Sebagai contoh anggaplah bahwa suatu perusahaan pada tanggal 30 juni 200A membeli 500 saham PT ABC dengan harga Rp.25.000 (sudah termasuk biaya komisi dan lain –lain) jumlah lembar saham yang di beli hanya merupakan sebagian kecil dari seluruh saham PTABC yang beredar .ayat jurnal yang di buat pada transaksi tersebut adalah sebagai berikut
Investasi dalam saham                              25.000
Bank                                                               25.000
Investasi tersebut di atas akan selalu di catat pada harga perolehaNnya,kecuali ada petunjuk bahwa harga sahamterus menerus mengalami penurunan . dalam keadaan demikian ayat jurnal penyesuaian perlu di buat di mana salah satu akun modal di debit dan akun kontra ,peyisihan untuk penurunan harga investasi  lam saham di kredit .  dalam metode biaya ,laba yang di peroleh PT ABC belum di akui dan di catat sebagai pendapatan .tetapi pada saat PT ABC  melakukan deviden maka deviden yang di terima di anggap sebagai pendapatan . misalnya anggaplah bahwa pada tanggal 15 febuari 200B PT ABC  memutuskan untuk membagikan deviden sebesar Rp.5 per lembar saham . transaksi ini oleh perusahaan yang memiliki 500 saham PT ABC tadi ,akan di catat sebagai berikut:
Piutang defiden(bank)            2.500
Pendapatan  deviden               2.500
Anggaplah bahwa pada tanggal satu maret 200B, 500 saham PT ABC di atas tersebut di atas di jual dengan harga Rp 26.000 ,ayat jurnal yang perlu di buat adalah sebagai berikut :
Bank                                                                            26.000
                  Investasi dalam saham                                                 25.000
                  Keuntungan dari menjual investasi                               1.000
PERUSAHAAN INDUK DAPAT MELAKUKAN SEBAGIAN KONTROl
Apabila investasi dalam perusahaan lain tidak cukup besar untuk melakukan control secara penuh ,tetapi pada tingkatan tertentu control atau pengaruh yang cukup berarti dapat di lakukan ,maka investasi jangka panjang yang bersangkutan di laporkan dengan metode equitas (equity method).laporan keuangan konsilidasi tidak di buat masing –masing perusahaan membuat laporan keuangannya sendiri-sendiri. Berbeda dengan metode biaya ,dalam metode ekuitas , bagian laba yang di hasilkan perusahaan anak di akui dan di catat sebagai penambahan investasi. Apabila deviden di keluarkan , maka bagian yang di terima di catat sebagai pengurang . dengan demikian , saldo akun investasi akan bertambah dengan bagian laba yang di hasilkan kurang dengan deviden yang di bayarkan perusahaan anak .perhatikan bahwa dalam metode biaya ,saldo akun investasi tidak berubah yaitu sebesar harga perolehan investasi yang bersangkutan.
Sebagai contoh anggaplah bahwa pada tanggal 2 January 200A ,perusahaan A membeli 20% saham perusahaan B dengan harga Rp 50.000 .transaksi ini oleh perusahaan A akan di catat sebagai berikut:
Investasi dalam saham                        50.000
bank                                                                50.000
Anggaplah kemudian bahwa tahun 200A ,perusahaan B memperoleh laba sebesar Rp 40.000. kejadian ini akan di catat oleh perusahaan A sebagai berikut:
Investasi dalam saham                                                 8.000
Pendapatan dari investasi                                  8.000
Pendapatan dari investasi sebesar 8.000 di hitung sebagai 20% xRp 40.000=8.000.apabila pada tanggal 1 maret 200B perusahaan B mengeluarkan deviden kepada seluruh pemegang saham dengan jumlah Rp 20.000 ,maka bagian perusahaan A sebesar Rp 4.000 (20% dari Rp 20.000) akan di catat dalam buku perusahaan yang terakhir ini sebagai berikut:
Piutang deviden (bank)                                               4.000
Investasi dalam saham                                               4.000
B.INVESTASI PADA OBLIGASI
Obligasi atau surat obligasi adalah surat utang yang di terbitkan oleh pemerintah maupun perusahan entah itu hanya untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu proyek pemerintah , (safir senduk,2008,mengelola keuangan keluarga,cetakan ke-11,Pt gramedia Jakarta). Bagi perusahaan yang mengeluarkannya obligasi pada hakekatnya adalah surat pengakuan utang . ia berbentuk surat dan mencantumkan nilai nominal dan bunga yang di tetpkan . perusahaan yang mengeluarkan obligasi mengakui berhutang kepada pemegang obligasi. Seperti halnya jenis utang yang lain , pada suatu saat perusahaan harus membayar kembali obligasi yang di keluarkan dan secara berkala membayar bunga kepada pemegangnya.obligasi termasuk dalam kategori utang jangka panjang.mereka yang ingin memiliki obligasi dapat membelinya di bursa (apabila obligasi tadi di perdagangkan di dalamnya) atau membelinya secara langsung dari perusahaan yang mengeluarkan. Biasanya investasi dalam surat berharga ini di lakukan dengan maksud untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam jangka waktu yang panjang. Untuk menggambarkan investasi dalam obligasi anggaplah bahwa pada tanggal 1 maret 200A sebuah perusahaan membeli seratus lembar obligasi perusahaan XYZ yang bernilai nominal Rp 100.00 per lembar harga perolehan adalah Rp 9.024.000 atau Rp 90.240 per lembar. Obligasi ini akan jatuh tempo pada tanggal 1 april 200F,berbunga 12% setahun. Bunga di bayar.
PENJUALAN INVESTASI DALAM OBLIGASI
Apabila obligasi di jual,maka bukan harrga pokoknya yang dikreditkan dari akun intestasi. Harga pokok ini setiap akhir tahun telah di sesuaikan dengan amortisasi di sagio atau agio yang ada. Jumlah yang di kreditkan dari akun investasi adalah harga pokok di tambah atau di kurangi dengan amortisasi di sagio atau agio yang telah di lakukan. Dan seperti halnya pada waktu membeli, bunga yang sudah berjalan sampai saat penjualan harus di tambahkan sebagai bagian yang harus di terima oleh penjual. Sebagai contoh anggaplah bahwa pada tanggal 1 juni ng di terima 200C ,50 lembar dalam obligasidalam contoh di atas di jual dengan harga Rp 4750.000. nilai buku (carryng amount) dan jumlah yang di terima ddari obligasi adalah sebagai berikut:
A.    Nilai buku pada saat penjualan :
Harga pokok obligasi :50xRp90.240           =             Rp      4.512.000
Amortisasi disagio dalam tahun 200A         =                         80.000
Amortisasi  disagio dalam tahun 200B        =                         96.000
Amortisasi  disagio dalam tahun 200C
(sampai dengan 1 juni 200C)                       =                         40.000
Nilai buku pada saat penjualan                                   Rp       4.728.000
B.     Jumlah yang di terima dari penjualan :
Harga penjualan                                           =             Rp       4.750.000
Bunga yang sudah berjalan
(2/12 x 12% x Rp 5.000.000                        =                          100.000
Jumlah yang di terima                                  =         Rp 4.850.000
Harga pokok 50 lemmbar obligasi yang di jual adalah Rp 4.512.000 oleh karena harga pokok per lembar adalah Rp 90.240. amortisasi untuk tahun 200A,200B, dan 200c masing-masing adalah Rp 80.000,Rp 96.000,dan Rp 40.000. jumlah –jumlah ini akan di dapat apabila kita mengalikan jumlah lembar obligasi yang di jual dengan amortisasi di sagio per lembar obligasi dan jumlah bulan dalam tahun yang bersangkutan. Amortisasi untuk tahun 200C misalnya di dapat dari perhitungan sbb:
Amortisasi = 50 x 5 xRp 160 = Rp 40.000
               Bunga yang sudah berjalan, sejak pembayaran terakhir,adalah dua bulan,yaitu dari 1 april sampai dengan 1 juni 200c. bunga ini,yang jumlahnyaRp 100.000,merupakan hak penjual dan oleh Karenna itu di tambahkan sebagai jumlah yang akan di terima .ayat jurnal yang perlu di buat untuk transaksi tersebut di atas adalah sebagai berikut :
Ayat jurnarlnya :
A
investasi dalam obligasi                                                         40.000
pendapatan bunga                                                                 40.000
B
bank                                                                                   4.850.000
investasi dalam obligasi                                                 4.728.000
pendapatan bunga                                                               22.000
keuntungan dari penjualan investasi
Ayat jurnal (A) mencatat amortisasi disagio ttahun 200C yang belum di catat .ayat untuk amortisasi hanya di buat tiap akhir tahun .keuntungan dari penjualan investasi sebesar Rp 22.000 merupakan selisih lebih antara harga penjualan (Rp.4750.000)dengan nilai buku obligasi (Rp.4728.000) .apabila harga penjualan lebih kecil dari nilai bukunya maka perusahaan akan menderita rugi dari penjualan tadi.
Sumber :

1. Soemarso., Revisi akuntansi suatu pengantar.2010.Salemba empat

2. Senduk safir.mengelola keuangan keluarga.2008.PT gramedia .jakarta

Tentang Akuntansi Politeknik NSC

Kuliah sambil kerja bidang Akuntansi di Surabaya
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s