Simulasi Perhitungan Bunga Bank dan Bunga Deposito

Deposito ialah salah satu produk investasi tradisional yang ditawarkan oleh bank; dimana nasabah menaruh sejumlah dana simpanan untuk jangka waktu tertentu, dan kemudian oleh bank akan diberikan imbal hasil balik sejumlah bunga premium pada saat deposito tersebut jatuh tempo.
Deposito sendiri ialah salah satu produk investasi jangan pendek, karena masa berlakunya biasanya maksimum satu tahun.
Pada produk deposito, dana simpanan nasabah akan di lock dalam jangka waktu tertentu yang ditawarkan oleh bank. Biasanya beda bank beda aturan main, tapi secara garis besar begini detail masa penawarannya : 1. Harian
2. Mingguan
3. Bulanan
4. Per-triwulan ( 3 Bulan)
5. Per – semester ( 6 Bulan)
6. Per – Tahun (12 Bulan)
*Khusus untuk deposito Per – Tahun, biasanya disebut juga deposito interim a.k.a bunga jatuh tempo bisa dibayarkan tiap bulan.
Keunggulan dari deposito sendiri :
  1. Relatif Aman
    Karena modal terproteksi. Asalkan… Dana simpanan nasabah yang di depositokan ini tidak dicairkan sebelum jatuh tempo.
  2. Return investasi yang diberikan lebih tinggi daripada bunga tabungan.
  3. Sebagaimana tabungan, dana simpanan dalam bentuk deposito di jamin oleh LPS. Tapi ada term & condition yah.. :))LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) menjamin dana simpanan dalam bentuk deposito teman – teman apabila rate bunga yang teman – teman pakai tidak melebihi TINGKAT SUKU BUNGA YANG DIJAMIN. Dan dana simpanan, TIDAK BOLEH LEBIH DARI 2 MILYAR.
    Saat tulisan ini dibuat, tingkat suku bunga deposito yang dijamin ialah 7,25 %.
Apa sih artinya nilai bunga tabungan atau deposito yang terpampang di papan pengumuman bank dan apakah memang bunga bank sebesar yang selama ini kita bayangkan. Ayo coba kita hitung pakai rumus menghitung bunga tabungan dan bunga deposito di bawah ini:
Misal:
Bunga Tabungan Bank = 2%
Bunga Deposito Bank = 6%
Tabungan / Deposito awal = Rp 10.000.000,-
Catatan : Jika simpanan anda diatas Rp 7.500.000,- maka akan timbul pajak atas bunga sebesar 20% dari nilai bunga anda dan pajak sebesar 15% akan dikenakan apabila simpanan kita di bawah besaran itu. Nah, karena besaran deposito kita 10 juta, maka otomatis pajak 20% yang akan timbul.
Maka:
Perhitungan Bunga Tabungan (asumsi bunga tabungan selama satu bulan)
= [nilai tabungan x suku bunga x pajak 20% x lamanya mengendap] / 365 hari
= [10.000.000 x 2% x (100%-20%) x 30 hari] / 365 hari
= Rp. 13.150,-
Perhitungan Bunga Deposito (asumsi bunga deposito berjangka satu bulan)
= [nilai deposito x suku bunga x pajak 20% x jangka waktu bulan] / 12 bulan
= [10.000.000 x 6% x (100%-20%) x 1 bulan] / 12 bulan
= Rp. 40.000,-
Jadi jelas memang tidak menggiurkan seperti investasi, tapi setidaknya uang kita aman dan resikonya kecil bila disimpan di Bank.
Sumber : Atmaja, Lukas Setia, 2001, Manajemen Keuangan, Buku I, Penerbit Andi,. Yogyakarta.

Tentang Akuntansi Politeknik NSC

Kuliah sambil kerja bidang Akuntansi di Surabaya
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Simulasi Perhitungan Bunga Bank dan Bunga Deposito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s